Bibit Lada Perdu | Cara Budidaya Tanaman

Pusat Penjualan Bibit Lada Perdu Unggul Murah dan Informasi Cara Budidaya Lada Perdu. Hp/WA 087838393451

LightBlog
Responsive Ads Here
Tampilkan postingan dengan label bibit lada perdu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bibit lada perdu. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Oktober 2016

Pembibitan Lada Perdu

Pernah Anda berpikir kenapa lada panjat bisa menjadi lada perdu? Apa sebenarnya perbedaan antara lada panjat dan lada perdu? Jika Anda pernah berpikir demikian hal itu sesungguhnya sangatlah amat wajar. Sebab, padamulanya lada perdu merupakan lada panjat yang kemudian terus dikembangkan menjadi lada perdu. Hal itu tujuannya antara lain adalah untuk lebih menghemat lahan dan meningkatkan hasil panen.

Sebagian kalangan ada yang berpendapat bahwa pembibitan lada perdu pertama kali dibuktikan keberhasilannya oleh Winters dan Muzik (1963). Keduanya membuktikan bahwa tanaman lada yang diperbanyak dengan cabang lateral atau cabang buah akan menghasilkan lada perdu, yang memiliki kisaran ketinggian antara 90cm hingga 120 cm.
bibit lada perdu


Pada prinsipnya tanaman lada bisa diperbanyak secara generatif maupun secara vegetatif. Perbanyakan tanaman lada secara generatif atau dengan biji cenderung akan menghasilkan tanaman yang tidak seragam dan lambat berbunganya. Sebab itu pembibitan lada dengan metode generatif hanya dilakukan pada skala penelitian. Sementara masyarakat umum baik dari kalangan petani maupun dari kalangan pengusaha lada cenderung lebih menggunakan metode vegetatif untuk melakukan pembanyakan pembibitan baik untuk menghasilkan lada perdu maupun lada panjat.

Metode vegetatif atau setek dinilai jauh lebih mudah dibandingkan dengan menggunakan metode generatif. Di sisi lain metode vegatatif akan menghasilkan bibit lada, baik berupa lada perdu maupun lada panjat, akan lebih seragam dan memiliki sifat-sifat genetik yang sama dengan induknya. Lebih dari itu dengan metode setek ini membantu tanaman lada untuk lebih cepat berbuah.

Padamulanya, perbanyakan tanaman lada secara vegetatif dilakukan dengan metode setek batang atau cabang sepanjang 5-7 ruas. Perbanyakan dengan cara setek panjang ini akan menghasilkan tanaman yang bersifat memanjat (lada panjat), sehingga mutlak membutuhkan tiang penyangga (lanjaran). Seiring dengan perjalanan waktu para pakar pertani, utamanya fokus penelitian pada lada, mulai melakukan beberapa penelitian dan inovasi.

Dari sini kemudian perbanyakan tanaman lada secara vegetatif mengalami perkembangan signifikan. Para pakar mencoba untuk melakukan setek pendek yaitu dengan cara setek satu buku ruas berdaun satu helai yang berasal dari cabang buah. Dari sini kemudian lahirnya jenis tanaman lada perdu yang terbukti lebih ekonomis, efesien dan ekologis dibandingkan dengan lada panjat.


Sederhananya, lada perdu merupakan perwujudan dari kemajuan budidaya lada baik di skala nasional maupun internasional. Anda tertarik untuk melakukan budidaya lada perdu? kami sedia bibit lada perdu Anda dapat menghubungi Phone/Wa: 08783893451        

Sabtu, 29 Oktober 2016

Lada Perdu SebagaiThe King of Spice

Lada perdu semenjak puluhan tahun silam sudah dikenal dengan sebutan the king of spice atau raja rempah-rempah. Hal itu disebabkan keberadaannya yang telah banyak menyita perhatian dunia. Lada  perdu tidak hanya berpotensi untuk menghasilkan pundi-pundi rupiah, namun pundi-pundi dolar pun akan mengalir oleh daya pikat jenis tanaman yang satu ini.
Lada perdu merupakan salah satu High Value Product (HVP), yaitu produk yang memiliki nilai per kilogram relatif tinggi dan dapat ditangani dengan menggunakan teknologi sederhana. Lebih dati itu, semenjaka puluhan tahun silam lada secara umum telah menjadi mata komoditas perdagangan dunia.
bibit lada perdu

Lantas bagaimana dengan Indonesia? Apakah Indonesia juga terlibat dalam pentas perdangan lada di pasar dunia? Jawabannya, semenjak puluhan tahun silam negara Indonesia sudah terlibat dalam siklus perdagangan lada di pentas pasar dunia. Produksi lada Indonesia mempunya segmen pasar di dalam maupun di luar negeri. Dalam negeri menyerap 10% dari total produksi lada nasional.
Untuk pasar dalam negeri sendiri penyerap terbesar lada di pasar domestik adalah PT Indofood Sukses Makmur. Sementara pasar-pasar dunia (luar negeri) memiliki daya serap yang jauh lebih tinggi. Sebab itu dalam pembuka artikel disinggung bahwa lada perdu tidak hanya berpotensi untuk mengalirkan pundi-pundi rupiah, namun juga potensial untuk menjala segepok dolar.
Semenjak kisaran tahun 1994 sebagian besar produksi lada Indonesia diarahkan untuk  ekspor. Dari 1994 hingga 1998, ekspor lada Indonesia mengalami fluktuasi (naik-turun), yaitu senilai :
1.      US $ 78.608.235 pada tahun 1994,
2.      US $ 155.428.252 pada tahun 1995,
3.      US $ 98.884.117 pada tahun 1996,
4.      US $ 63.144.851 pada tahun 1997,
5.      DanUS $ 114.388.541 pada tahun 1998.
Produksi lada hitam dan lada putihh Indonesia rata-rata sudah mencapai 25.000 ton per tahun, dengan peluang pasar ekspor yang hingga saat ini masih terus terbuka luas. Lada putih Indonesia juga memiliki peluang pasar yang cukup kompetitif dan 80% dari seluruh produksinya dipasok ke pasar dunia, dengan kisaran klasifikasi; 46% diserap oleh negara-negara di Eropa, 31% diserap oleh negara-negara di Amerika, dan sisanya diserap oleh negara-negara lain di seluruh belahan dunia.
Hal itu membuktikan bahwa budidaya lada tidak hanya akan mendatangkan pundi-pundi rupiah, namun juga segepok dolar pun akan mengalir.  Kabar bahagianya lagi, hingga saat ini peluang pasar budidaya lada masih terbuka lebar. Hal itu terlihat dari adanya peningkatan konsumsi lada dari 55 g menjadi 75 g per kapita per tahun dan daerah pemasaran semakin meluas.
Anda tertarik untuk budidaya lada? Dalam hal ini saya sarankan untuk budidaya lada perdu, karena selain lebih efesien, ekonomis, ekologis, hasil penen lada perdu juga jauh lebih besar apabila dibandingkan dengan lada panjat (untuk lebih jelasnya, baca: Perbedaan Lada Perdu Dengan Lada Panjat). anda sedang mencari bibit lada perdu? Tidak usah bingung, hubungi Phone/Wa: 08783893451


Jumat, 14 Oktober 2016





budidaya lada perdu bisa jadi peluang usaha yang menjanjikan. Sebab kebutuhan akan bumbu masakan berupa lada setiap tahunnya meningkat. Tentu merupakan kabar baik bagi para petani sebagai salah satu peluang usaha skala menengah di sektor pertanian/perkebunan.

Khusus untuk lada perdu, berbeda dengan lada panjat. Lada perdu berbentuk semak dan tumbuh dekat dengan tanah. Sehingga pengambilan biji lada erdu dan perawatannya juga sangat mudah sekali. Rasanya tak kalah dengan lada panjat, bahkan ada yang bilang sedikit lebih kuat.
Jadi banyak pengepul yang sengaja mencari lada perdu untuk dijual kembali pada konsumen. Nah, sangat potensial sekali bukan? Baiklah, tidak usah berlama-lama, berikut adalah cara budidaya lada perdu selengkapnya.
Budidaya Lada Perdu dari Awal Hingga Panen
1. Persiapan Lahan Budidaya Lada Perdu
Pada dasarnya untuk menanam lada perdu tidak dibutuhkan lahan yang berkriteria tertentu. Hampir semua jenis tanah dapat ditanami lada perdu dengan baik. Namun akan maksimal jika ditanam di lahan subur dengan kandungan humus sedalam 1-2,5 m pada daerah ketiggian 300-1.100 mdpl.
·         Pertama-tama olah tanah dengan cara di cangkul atau dibajak agar tanah gembur.
·         Kemudian taburkan pupuk kandang dan kompos, lalu diamkan selama 2-3 minggu.
·         Setelah itu buatlah guludan/gundukan tanah setinggi 0,5 m memanjang sepanjang lahan.
·         Beri jarak antar guludan 1,5-2 m untuk parit pengairan.
·         Sesuaikan jumlah guludan dengan luas lahan tanam. Normalnya, 1 hektar lahan bisa ditanami 4500 bibit dengan jarak tanam 2 m.
·         Bila ditanam di polybag, lahan 100 m persegi bisa ditaruh 750 polybag.
·         Lada perdu per pohonnya dapat menghasilkan 200 g biji lada pada umur 2 tahun, dan 500 g biji lada pada umur 5 tahun.
2. Bibit dan Penanaman Lada Perdu

bibit lada perdu

Pemilihan bibit lada perdu yang unggul akan menghasilkan tanaman yang unggul pula. Sehingga sebelum memutuskan untuk mencari dan membeli bibit, perhatikan beberapa kriteria bibit unggulberikut.
·         Bibit berasal dari pohon induk yang sehat dan tidak berhama dan penyakit.
·         Cari yang berasal dari pohon induk yang berumur 10 bulan – 3 tahun.
·         Bibit masih murni, atau bukan persilangan/turunan.
·         Usahakan membeli dari kebun bibit terpercaya dan berkualitas.
Selanjutnya setelah bibit didapatkan, sortir kembali bibit untuk kedua kalinya. Siapa tahu ada beberapa yang dalam kondisi rusak atau mati. Setelah semua bibit lada perdu sudah terpilih, barulah bibit siap di tanam di lahan budidaya.
·         Buatlah lubang pada guludan sedalam 50 cm dengan lebar 40 cm. Beri jarak antar lubang sekitar 2 m.
·         Kemudian taburkan pupuk kandang dan kompos pada lubang tanam, lalu biarkan selama 10-15 hari.
·         Masukkan sedikit tanah dalam lubang, aduk dengan pupuk sampai rata. Baru masukkan bibit ke dalamnya dan tutup dengan tanah.
·         Padatkan dengan tekanan sedang pada area sekitar batang bagian bawah.
·         Siram dengan air supaya basah dan akar segera mendapatkan air segar.
·         Supaya rasio tumbuh bibit besar, sebaiknya tanam saat musim penghujan.
3. Pemeliharaan dan Perawatan Lada Perdu

Untuk pemeliharaan tanaman lada perdu tergolong sangat mudah. Hampir bisa dipastikan tidak menyita waktu dan juga tenaga secara berlebihan. Sebab lada perdu merupakan tanaman semacam semak, jadi meski pun dibiarkan akan tetap tumbuh dan berbuah. Tetapi agar hasilnya maksimal, sebaiknya lakukan hal berikut.
·         Lakukan penyiangan pada tanaman lada perdu secara berkala, yakni setiap 2-3 bulan sekali.
·         Lakukan juga pemangkasan batang, dahan dan ranting yang tua, tidak produktif, atau yang terserang hama dan penyakit.
·         Lakukan pemupukan makro setelah tanaman berumur 3-4 bulan dengan komposisi Urea : SP36 : KCl = 7 : 3 : 4. Bulan 4-5 Urea : SP36 : KCl = 7 : 4 : 5. Bulan 5-6 Urea : SP36 : KCl = 7 : 5 : 6. Bulan 6-17 Urea : SP36 : KCl = 7 : 6 : 7
·         Beri pupuk POC (Pupuk Organik Cair) dengan takaran 4-5 tutup per tangki semprot. Lakukan setiap sebulan sekali diantara pemupukan makro.
·         Lakukan pengairan pada musim kemarau jika panas sangat terik dan tanaman kekeringan. Sebaliknya, buatkan bedahan pada lahan supaya air tidak menggenang.
·         Berikan mulsa dan anjang jika memang diperlukan saja.
Selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah hama dan penyakit pada lada perdu. Jadi meski jarang disiangi, pengontrolan tanaman sebaiknya dilakukan setiap hari. Sehingga apabila terdapat indikasi tanaman lada perdu terserang hama dan penyakit bisa segera ditanggulangi agar tidak menyebabkan gagal panen.
·         Cek pada bagian batang lada perdu, bila ada hama pegerek segera bunuh hama dan potong batang yang terserang hama. Bila jumlahnya banyak segera gunakan pestisida untuk hama pengerek batang.
·         Hama lainnya biasanya juga menyerang buah yang muda, sehingga berakibat pada gagal matang dan berbiji. Cara cepat mengatasinya dengan pestisida dan juga pungkas pangkal tandan buahnya.
·         Hama yang paling sering menyerang adalah hama bunga. Dimana bunga akan dijadikan tempat bertelur dan sumber makanan bagi limfa dan larva. Sehingga sebaiknya gunakan pestisida dan buang bunga yang terserang hama tersebut.
·         Untuk penyakit pada lada perdu biasanya berasal dari batang busuk dan daun kuning. Keduanya berasal dari faktor pengolahan lahan yang tidak baik. Jadi sebaiknya sebelum tanam dan sesudah panen ganti harus dilakukan pemupukan, penetralan pH, dan juga pemberian vitamin tanah.
·         Sebisa mungkin gunakan semua bahan, baik pupuk, pestisida, maupun vitamin yang alami. Bila dirasa perlu baru gunakan yang kimia.
4. Pemanenan Lada Perdu
lada perdu siap dipanen

Seperti yang sudah diharapkan, segala upaya sudah dilakukan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Sekarang waktunya melakukan pemanenan ada lada perdu. Perlu diingat, bahwa pemanenan juga membutuhkan waktu, cara dan juga pengambilan hasil yang periodik. Sehingga tidak bisa dilakukan pemanenan setiap hari.
·         Bunga di tahun pertama dibuang/tidak dibuahkan agar tanaman rimbun dan kokoh dulu. Setelah itu tahun kedua bunga dibuahkan dan daat di panen selang 9 bulan ke atas, jadi masuk tahun ke-3 nya, lada perdu baru bisa di panen.
·         Pemanenan dapat dilakukan rutin setiap semingu sekali.
·         Cirinya adalah tangkai sedikit menguning dengan buah masak berwarna kuning atau merah. Itu tandanya lada siap dipanen dan dijual kepada pengepul.
·         Lakukan pemanenan dengan cara memetik pangkal tangkai buah yang berada pada tepi batang sehingga semua bagian buah lada terambil.
·         setelah terkumpul, pipil dan pisahkan buah lada dari tangkainya lalu masukkan dalam karung. Rendam selama 1 minggu, angkat dan buang kulit buahnya. Pisahkan bijinya dan jemur sampai kering baru bisa dijual
·         Biji lada perdu yang sudah di panen bisa dijual sebagai lada hitam atau lada putih.
·         Sebagai catatan, pemanenan setiap musim kemarau akan sangat membantu pada proses pengeringan.


Sabtu, 17 September 2016


Keunggulan Lada Perdu


bibit lada perdu

Budidaya lada perdu semakin dilirik masyarakat luas. Banyak alasan yang menyebabkan lada perdu begitu memikat para petani. Disamping nilai jual yang tinggi, cara budidaya yang relatif mudah dan masa panen yang cukup singkat serta pangsa pasar yang terbuka lebar. Wajar bila lada perdu kini menjadi idola baru petani Indonesia yang menyukai dunia agribisnis.

Budidaya lada perdu belum dikembangkan secara luas. Pada hal, lada perdu sebenarnya menyimpan potensi besar sebagai pendongkrak ekonomi petani. Budidaya lada perdu bisa dibudidayakan dimana saja; bisa di halaman atau pekarangan rumah, kebun, sawah dan ladang. Pengembangan lada perdu bahkan dinilai lebih menguntungkan dibanding lada biasa (lada panjat).

Menurut H.Rahmat (2003) keuntungan lada perdu secara detail adalah sebagai berikut :
1.       Bahan tanaman banyak tersedia.
2.       Tanaman tidak memerlukan tiang penegak atau tiang panjat.
3.       Populasi tanaman per satuan luas lahan lebih banyak.
4.       Berumur genjah (mampu berbuah setelah satu tahun ditanam di kebun)
5.       Pemeliharaan tidak perlu menggunakan tangga.
6.       Pemanenan tidak perlu menggunakan tangga.
7.       Tidak perlu dilakukan tindakan bersifat agronomik seperti pemangkasan dan pengikatan sulur.
8.       Memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai tanaman sela dan tanaman pekarangan.
9.       Mempunyai nilai estetika jika ditanam di halaman rumah atau pot
10.   Memungkinkan dilaksanakannya mekanisasi dalam budidaya , dan
11.   Bermanfaat bagi kegiatan penelitian misalnya persilangan atau hibridisasi.
12.   Belum banyak dibudidayakan petani atau masih terbatas yang membudidayakannya sehingga peluangnya cukup terbuka lebar.

Percobaan yang dilakukan oleh sub –Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat selama lima tahun menunjukkan bahwa lada perdu dapat memberikan produksi rata rata 200 gram/ pohon pada umur dua tahun dan 500 gram per pohon pada umur tiga tahun. Jika penanaman dilakukan dengan jarak tanam 1 meter x 2 meter, populasi tanaman 4,500 pohon/ ha, dan perkiraan lahan produktif 90 persen, maka pada umur dua tahun produksi lada dapat mencapai 900 Kg/ ha dan pada umur tiga tahun mencapai 2,250 kg/ha. Ditinjau dari aspek keuntungannya, dengan luasan dan teknologi yang sama usaha tani lada perdu lebih menguntungkan dari pada usaha tani lada biasa.


 Anda berminat bertani lada perdu? kami sedia bibit lada perdu murah berkualitas dan siap kirim ke seluruh penjuru nusantara. Untuk pemesanan bisa menghubungi kami di 087838393451. Lokasi Di Rajek Lor RT 2 RW 24 Desa Tirtoadi Mlati Sleman.